Gelar Karya P5RA, Ajang Kreativitas Siswa MAN Bengkulu Selatan
Bengkulu Selatan (Humas) - MAN Bengkulu Selatan melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil’alamin ( P2RA). P5 dan P2RA merupakan salah satu program Kurikulum Merdeka yang memberikan pengalaman langsung sesuai dengan karakteristik lingkungan madrasah. Tujuannya adalah menjadikan peserta didik memiliki kompetensi dan berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, Rabu (19/11).
Ketua panitia pelaksana kegiatan Usman Gumanti, S.Pd. mengatakan kegiatan P5 ini diikuti oleh semua siswa kelas X dan XI dengan tema Suara Demokrasi, kewirausahaan dan hidup berkelajutan. "Untuk suara demokrasi telah dilaksanakan pada bulan September yaitu melalui pemilihan ketua OSIM, sedangkan untuk hari ini tema kewirausahaan dan hidup berkelanjutan".
Kegiatan dihadiri oleh Pengawas Madrasah Indra, M.Pd., Ketua Komite MAN Bengkulu Selatan Junaidi Medianto, orang tua siswa MAN Bengkulu Selatan serta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan MAN Bengkulu Selatan.
Acara perayaan P5 dibuka secara resmi oleh Kepala MAN Bengkulu Selatan Buyung Kalil, M.Pd.I. Dalam sambutannya Kepala Madrasah menyampaikan bahwa kegiatan gelar karya merupakan upaya memberikan pengalaman hidup yang bermanfaat bagi masa depan peserta didik. "Sejumlah nilai yang dibangun yakni nilai-nilai kerjasama, perilaku marketing, ketahanan mengelola usaha, membangun daya tarik pelanggan dan lain-lain. "Hal itu merupakan cara memberikan pengalaman batin peserta didik dalam berwirausaha.” ujarnya.
Sementara itu Pengawas Pembina Indra, M.Pd. dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu yang diikuti oleh siswa dengan target siswa mampu mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin.
Sejumlah hasil karya siswa digelar dan disajikan dengan tampilan yang menarik. Produk-produk hasil karya siswa berupa pakaian yang dibuat dari bahan bekas bungkus diterjen dan makanan untuk tema “Hidup Berkelanjutan”. Pemamfaatan barang bekas atau busana daur ulang bertujuan mengurangi dampak negatif industri terhadap lingkugan dengan mengurangi limbah barang tekstil. Di samping itu juga berbagai macam pruduk makanan yang dijual belikan di stand setiap kelas dengan memamfaatkan bahan-bahan lokal sebagai implementasi tema “ Kewirausahaan.
Siswa Kelas X dan XI, dan XII ikut ambil bagian dalam acara tersebut sebagai pengunjung pameran sekaligus menampilkan drama, Ceramah, lagu daerah dan tari. Acara Gelar Karya P5RA ini berjalan dengan seru, asyik, dan meriah. Pada kegiatan ini, suasana menjadi hidup dan siswa/i sangat berantusias sampai acara selesai.
Erlen