Langkah Kecil, Dampak Besar: Kampanye Gerakan Peduli Lingkungan Berbasis Cinta

Bengkulu Selatan (Humas) – Dalam rangka menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), MAN Bengkulu Selatan menggalakkan Kampanye Gerakan Peduli Lingkungan Berbasis Cinta dengan mengusung tema “Langkah Kecil, Dampak Besar”. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata penanaman nilai-nilai Panca Cinta, khususnya Cinta Lingkungan, kepada seluruh warga madrasah, Jum’at (23/10).



Ibu Erna Nengsih, S.Pd., selaku Koordinator Panca Cinta bidang Cinta Lingkungan, berperan dalam mengoordinasikan upaya penanaman kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan di madrasah. Melalui kampanye ini, peserta didik diajak untuk membangun kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan, baik di madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.


Gerakan ini menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas dan halaman madrasah, merawat tanaman, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, tindakan kecil tersebut dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan.


Kepala MAN Bengkulu Selatan Buyung Kalil,M.Pd.I menyampaikan bahwa penerapan KBC melalui Panca Cinta, khususnya Cinta Lingkungan, merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap alam.


“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin menanamkan kesadaran bahwa mencintai lingkungan merupakan bagian dari rasa syukur dan tanggung jawab kita dalam menjaga ciptaan Allah Swt. Mari kita mulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman,” ungkapnya.


Lebih lanjut, kampanye ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan kebiasaan positif yang diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh warga MAN Bengkulu Selatan. Dengan demikian, nilai Cinta Lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya madrasah yang mencerminkan kepedulian, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama.


Melalui Kampanye Gerakan Peduli Lingkungan Berbasis Cinta, MAN Bengkulu Selatan berkomitmen untuk terus mendukung terwujudnya madrasah yang religius, humanis, berilmu, peduli lingkungan, dan cinta tanah air.(hk)