Pembiasaan Tadarus Pagi di MAN Bengkulu Selatan Perkuat Karakter dan Disiplin Siswa

Bengkulu Selatan (Humas) - Suasana pagi di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bengkulu Selatan selalu diwarnai dengan nuansa religius yang kental. Sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, seluruh siswa-siswi bersama para dewan guru dengan khidmat mengikuti kegiatan rutin membaca ayat-ayat pendek Al-Qur'an, khususnya Juz 30, di lapangan madrasah. Rabu (22/7).

Kegiatan yang telah menjadi bagian dari pembiasaan positif ini bertujuan untuk mendekatkan para siswa dengan kitab suci serta menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini sebelum mereka memasuki ruang kelas masing-masing. Ada yang menarik dalam pelaksanaan kegiatan ini. Petugas pemimpin tadarus atau pembacaan ayat suci Al-Qur'an tidak ditugaskan kepada orang yang sama setiap harinya. Pihak madrasah menerapkan sistem jadwal bergiliran bagi setiap kelas.


Dengan sistem ini, setiap kelas mendapatkan kesempatan dan tanggung jawab secara bergilir untuk memimpin jalannya pembacaan ayat-ayat pendek di hadapan seluruh warga madrasah. Hal ini dinilai sangat efektif untuk melatih kepercayaan diri, tanggung jawab, serta mental tampil di muka umum bagi para siswa.


Agar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan tertib dan khidmat, seluruh dewan guru turut hadir mendampingi di tengah-tengah siswa. Kehadiran para guru tidak hanya sekadar mengawasi, tetapi juga memastikan agar para siswa benar-benar fokus, disiplin, dan tartil dalam melafalkan setiap ayat Al-Qur'an yang dibaca bersama.


"Pendampingan langsung oleh dewan guru ini sangat penting. Selain menjaga ketertiban, guru juga bisa langsung membimbing atau membenarkan jika ada pelafalan atau tajwid siswa yang kurang tepat saat melafalkan ayat-ayat suci," ujar Kepala  MAN Bengkulu Selatan.


Pihak madrasah berharap melalui pembiasaan pagi ini, para siswa-siswi MAN Bengkulu Selatan tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan kecintaan yang tinggi terhadap Al-Qur'an.


Rutinitas ini sekaligus menjadi energi positif dan pembuka hari yang baik, sehingga para siswa dapat menyerap ilmu pelajaran di kelas dengan pikiran yang lebih tenang, bersih, dan penuh berkah.(hk)