Menuju OMI 2026, Siswa MAN Bengkulu Selatan Asah Kemampuan Bersama Guru Pembimbing

Bengkulu Selatan (Humas) - Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bengkulu Selatan mulai melaksanakan latihan mengerjakan soal-soal sebagai bagian dari persiapan menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapan dan kemampuan akademik peserta didik sebelum mengikuti kompetisi, Rabu (2/9).


Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi berlatih mengerjakan berbagai soal sesuai dengan bidang mata pelajaran yang akan diikuti. Latihan dilakukan secara bertahap dan terarah agar peserta didik terbiasa menghadapi soal-soal olimpiade yang membutuhkan pemahaman konsep, ketelitian, kemampuan berpikir kritis, serta strategi dalam menyelesaikan permasalahan.


Proses latihan didampingi langsung oleh guru pembimbing dari masing-masing mata pelajaran. Para guru memberikan arahan, menjelaskan materi yang masih belum dipahami, serta membahas soal-soal latihan bersama siswa. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu peserta didik mengetahui kekuatan dan bagian yang masih perlu ditingkatkan.


Salah seorang guru pembimbing yaitu Fery Irawan, S.Pd menyampaikan bahwa latihan secara rutin sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi OMI. “Kami terus memberikan pendampingan dan latihan kepada siswa agar mereka semakin memahami materi, terbiasa mengerjakan soal olimpiade, dan lebih percaya diri saat mengikuti OMI nanti,” ujarnya.


Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan latihan. Mereka memanfaatkan waktu pendampingan untuk berdiskusi dengan guru, membahas soal, serta memperdalam pemahaman terhadap materi sesuai bidang yang dipilih.


Kepala MAN Bengkulu Selatan Buyung Kalil, M.Pd.I menyampaikan harapannya "Melalui latihan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, sangat mengharapkan dari para peserta OMI agar dapat belajar maksimal dan mampu memberikan prestasi terbaik bagi madrasah. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mengembangkan potensi, kompetensi, dan semangat berprestasi peserta didik", Ujar  Buyung Kalil. (hk)