Kokurikuler Khatam Al-Qur’an, MAN Bengkulu Selatan Terapkan KBC.

Bengkulu Selatan (Humas) – Sebagai salah satu bentuk penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bengkulu Selatan melaksanakan kegiatan kokurikuler khatam Al-Qur’an yang bertempat di Mushola MAN Bengkulu Selatan Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Madrasah, bapak dan ibu guru, staf tata usaha (TU), serta seluruh siswa-siswi yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh khidmat, Jumat (9/10).

Kegiatan kokurikuler ini merupakan salah satu implementasi KBC yang bertujuan menanamkan nilai-nilai religius, meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an, serta membiasakan siswa membaca kitab suci umat Islam dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, tim fasilitator melakukan penilaian terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa secara bergilir. Setiap siswa memperoleh kesempatan untuk membaca Al-Qur’an sesuai dengan giliran masing-masing. Tim fasilitator menyimak bacaan siswa sekaligus memberikan penilaian sebagai bagian dari proses pembinaan dan evaluasi kegiatan kokurikuler.

Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat. Para siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan serta memperlihatkan sikap sabar dan disiplin saat menunggu giliran membaca Al-Qur’an. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa, khususnya dalam menanamkan nilai kesabaran, tanggung jawab, dan saling menghargai.

Kepala MAN Bengkulu Selatan, Buyung Kalil, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler khatam Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik yang religius dan berakhlak mulia.

“Melalui kegiatan kokurikuler khatam Al-Qur’an ini, kami berharap seluruh siswa semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bukan sekadar membaca Al-Qur’an bersama, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai cinta kepada Allah SWT, membentuk akhlak mulia, serta membiasakan siswa untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an,” ungkap Buyung Kalil. Beliau juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin madrasah, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan membaca Al-Qur’an secara konsisten, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah.

“Hal ini sejalan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, yang menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan. Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, berkarakter, dan berakhlak mulia,” tambahnya. (hk)